SANGCEK Theatre Festival 2016

TEATER SIMPANG SMAN 1 Pasururan

at SANGCEK Theatre Festival 2016 se-Jawa Timur

sangcek1

 

Pada Festival Teater se-Jawa Timur yang diadakan di Gresik pada bulan Maret 2016 ini, Teater Simpang ikut serta untuk berkompetisi dan melanjutkan perjalanan angkatan sebelumnya pada ajang yang sama. Dimana pada saat itu, tepatnya pada tahun 2015, Teater Simpang mendapatkan juara 2 serta masuk dalam nominasi aktor terbaik. Dan pada tahun 2016 ini, Teater Simpang dapat memborong banyak penghargaan yang tentulah tidak mudah untuk mendapatkannya. Penghargaan yang didapat adalah Penyaji Terbaik 1, Sutradara Terbaik, Artistik Terbaik, dan Nominasi Aktris Terbaik

sangcek2

Naskah yang dibawakan diacara Sangcek Theatre Festival (STF) 2016 ini adalah “Maos”. Naskah “Maos” yang berarti membaca ini adalah naskah yang asli dibuat oleh Mas Wahyu Setiadi, pelatih Teater Simpang. Naskah ini menceritakan tentang persahabatan 3 orang pemulung yang sudah tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena tidak adanya biaya. Namun, semangat mereka untuk belajar sangatlah tinggi, hingga akhirnya mereka membangun ‘Sekolah Darurat Negeri’ disebelah warung yang terletak pinggiran kota. Dan setelah sekian lama mereka bersekolah disekolah buatan mereka tersebut, aparat penegak hukum menggusur tempat mereka bersekolah yang akhirnya membuat mereka merasa sangat tidak dihargai sebagai generasi penerus bangsa dan tidak mendapat haknya untuk belajar.

Proses yang dilakukan anggota Teater Simpang menuju STF 2016 ini hanya sekitar 2 minggu saja. Dimana 2 minggu untuk menuju sebuah pementasan adalah waktu yang sangat singkat dan cukup berat. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat dari anggota dan dorongan dari pelatih Teater Simpang untuk dapat berkompetisi dan membuktikan kepada sekolah bahwa ekstrakulikuler Teater ini dapat berprestasi, mereka pun dengan sangat giat dan rajin melakukan latihan serta membuat property dari siang hingga petang, bahkan sampai malam.

Hasil tidak akan menghianati usaha.  Dan selalu ingat kata pepatah,  pujian adalah teror. Salam Budaya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *