Sejarah SMA Negeri 1 Pasuruan

SEJARAH SMA NEGERI 1 PASURUAN

Small is beautiful. Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan sekolah kami,  SMA Negeri 1 Pasuruan. Sekolah kami memang kecil dan mungil. Tapi kecil dan mungil  hanya dalam arti fisik tetapi tidak dalam hal prestasi, kerja keras dan semangat. Hal itu sudah terbukti dengan sendirinya dengan melihat kembali keberadaan SMA Negeri  1. Sekolah ini telah ada bahkan sebelum Indonesia lahir dan bahkan ada sebelum Sumpah Pemuda dikumandangkan. Sekolah kami turut menyaksikan gigihnya pemuda-pemuda negeri ini dalam memperjuangkan bangsanya. Dengan semangat itu sekolah ini mampu bertahan lebih dari 100 tahun. 100 tahun tentu bukan waktu yang singkat. Kami yakin banyak yang tidak mengetahui bagaimana sekolah kami didirikan. Sekolah kami didirikan dengan pengorbanan, perjuangan dan semangat yang tinggi.

Sejarah SMA Negeri 1 Pasuruan dimulai tahun 1903. Pada saat itu sedang terjadi pergolakan di negeri Tiongkok. Dinasti Qing (1644-1911) sedang menghadapi banyak perlawanan dari kaum reformis. Adalah King You Wei , salah satu golongan reformis melarikan diri ke kepulauan Nusantara. Sesampai di Pulau Jawa, dia berkunjung ke Pasuruan dan mengundang para perantau Tionghoa berkumpul di Klenteng Tjoe Tik Kiong  Pasuruan. Dia menganjurkan agar para Hoakiao (perantau Tionghoa) belajar kebudayaan Tionghoa dan berprakarsa membangun sekolah Tionghoa modern guna mendidik anak-anak Hoakiao. Para Tokoh Masyarakat Tionghoa menyambut baik seruan Kang You Wei itu . Mereka segera membentuk dewan pengurus sementara, selanjutnya mengumpulkan perlengkapan sekolah dan mencari tenaga guru. Pada tanggal 3 Mei 1904 , Tiong Hoa Hwee Kwan (THHK/Perkumpulan Orang Tionghoa) resmi didirikan.

pintu-masuk-web

Rapat umum pengurus sekolah THHK mengangkat Han Roo Tong sebagai ketua THHK yang pertama. Han Roo Tong mengosongkan rumahnya sendiri untuk dimanfaatkan sebagai kelas guna menampung murid yang jumlahnya semakin meningkat . Dengan berjalannya waktu Sekolah THHK telah memiliki sarana pendidikan sendiri yang saat ini berada di SMA Negeri 1, yang terletak di Jl. Soekarno Hatta tepatnya pada tahun 1919.  Berkat kerja keras para pengurus THHK , guru serta dukungan yang antusias para wali murid . Pada tahun 1930-an,  sekolah THHK berhasil memperluas gedung sekolahnya dan memperbaiki administrasinya.

web2

Pada tanggal 8 Maret 1942, tentara Jepang memasuki kota Pasuruan. Pemimpin sekolah THHK saat itu Han Tiauw Heng, Tjioe Bing Tjay, Liem Ngo Khan ditangkap oleh tentara Jepang dan di kirim di Kamp Cimahi, Sejak saat itu sekolah terhenti, semua alat dan bahan mengajar serta arsip dirusak dan di bakar. Pihak penguasa Jepang memerintahkan mengubah nama sekolah Hoa Tong Min Chong (Sekolah Rakyat Tionghoa), para murid di paksa melakukan sistem pelajaran ala Jepang. Di halaman sekolah harus ditanami pohon jarak, para murid ditentukan tiap pagi menghadap matahari dan bersumpah akan setia kepada Tenno Heika. Pada bulan Agustus 1945 saat Jepang menyerah, Sekolah Hoa Tong itu dibubarkan.

web3

Setelah Indonesia merdeka, nama sekolah berganti menjadi “Sekolah Yan Hoa Pasuruan”. Pada tahun 1948 himpunan Alumni sekolah Yan Hoa diaktifkan kembali dan atas kemauan sendiri berusaha mengumpulkan dana untuk keperluan sekolah ,

guru-untuk-web

Pada tanggal 27 Desember 1949, pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan Seluruh Wilayah Nusantara kepada Indonesia. Pemerintah Indonesia menghadapi tugas sejarah yang berat yaitu membangun negara persatuan nasional, mengembangkan perekonomian dan kebudayaan nasional, Berdasarkan pada prinsip nasionalisme, pemerintah indonesia bersikap memperkenankan usaha Hoaikao dalam pendidikan kebudayaan Tionghoa,

Pada tahun 1950 tercatat sekolah memiliki 483 murid. Kebutuhan ruang kelas menjadi yang utama untuk dipenuhi. Sehingga harapan tersebut tercapai pada tanggal 14 Agustus 1950, peletakan batu pertama untuk perluasan sekolah Yan Hoa dilakukan. Dana untuk keperluan tersebut didapat dari donatur yang mempunyai hubungan yang baik dengan pengurus sekolah

Negara Indonesia pada tahun 1950-an seringkali mengalami perubahan arah perpolitikan. Hal itu ikut mempengaruhi kondisi sekolah. Puncaknya pada tahun 1957. Pemerintah mengeluarkan peraturan tentang nasionalisasi perusahaan dan sekolah asing. Tidak terkecuali sekolah Yan Hoa Pasuruan. Dengan adanya peraturan pemerintah tersebut Sekolah Yan Hoa menjadi Sekolah Negeri. Tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1958, yang sampai hari ini di peringati sebagai Hari Ulang Tahun SMAN 1 Pasuruan.

Mudah-mudahan sekelumit sejarah diatas bisa semakin meningkatkan rasa cinta dan  bangga kita terhadap sekolah SMA Negeri 1 Pasuruan.